Lagi-lagi para driver Go-jek menjalankan aksi demonya, demo driver Go-Jek kali ini rupanya punya alasan yang cukup kuat. Para mitra pengemudi kendaraan roda dua ini berdalih, demo yang mereka lakukan tak lain didorong oleh rasa kecewa atas penerapan sistem baru manajemen yang menekankan performa para driver.
Setelah diselidiki lebih dalam, menurut mereka sistem performa yang dikeluhkan oleh para driver, ternyata ditentukan sepihak oleh pihak manajemen Go-jek. Sebelumnya sempat diwartakan, penerapan sistem performa ini mengharuskan para pengemudi menjaga performa, alias Tingkat penerimaan pesanan mereka agar terus berada di atas angka 70 persen.
Sistem baru tersebut kini mewajibkan para driver untuk tidak nakal dan tidak gampang menolak pesanan. Kalau di-cancel, performa otomatis akan turun. misalnya dibatalkan dua kali, mereka akan terkena hukuman dan tidak bisa menerima order selama 30 menit. Menurut perwakilan driver Go-jek sistem performa saat ini cukup merugikan sebab pesanan yang dibatalkan oleh konsumen berpengaruh pada pengemudi.
Sementara penilaian pengemudi berkaitan dengan bonus yang diterima. Semakin tinggi penilaian yang diberikan, poin yang diperoleh juga semakin tinggi dan peluang mendapat bonus makin besar. Di samping itu, pesanan yang masuk tersebut terlalu banyak. Kondisi itu secara tak langsung membuat penilaian menurun karena pengemudi tak punya banyak waktu untuk memilih pesanan. Sehingga poin yang diperoleh driver menurun.
Pada saat demo juga para driver Gojek menyerukan akan keluh kesahnya tentang rekan seperjuangannya yang meninggal karena sedang bertugas demi keluarga dan perusahaan Go-jek. Mereka membentangkan foto-foto kekerasan yang diteima driver Go-jek bahkan pembunuhan. Dan itu semakin membuat para driver Go-jek marah ditambah pihak Go-jek tidak ada yang mau menemui para driver yang marah karena takut, jadi pihak kepolisian sebagai mediator diantara keduanya.
Selain demo dikantor Go-jek, ratusan driver Gojek melakukan aksi unjuk rasa halaman Balai Kota, Jakarta. Mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada PT. Gojek Indonesia agar di dengar Gubernur DKI Jakarta Ahok. Pihak kepolisian juga mendampingi kegiatan yang dilakukan para driver Go-jek.
Secara umum para driver Go-jek menyampaikan beberapa poin dalam demonya, yaitu:
1. Menuntut dan meminta PT. Gojek Indonesia untuk menghapus perfoma atau sistem yang menyulitkan driver untuk mencapai bonus.
2. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk membuat payung hukum yang independen dari keluhan keluhan driver.
3. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk transparansi dalam setiap kebijakan dan sistem yang dibuat.
4. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk menstabilkan sistem menjadi lebih baik (tidak sering eror).
5. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk memberikan kebijakan peraturan yang sewajarnya.
6. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk menghilangkan sistem penilaian yang tidak jelas alasannya.
7. Menuntut PT. Gojek Indonesia untuk memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk seluruh driver se-Indonesia.
KESIMPULAN :
Dari kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu sistem harus menjadi satu agar dapat tercapainya suatu tujuan bersama. Jangan sampai ada ketimpangan. Jika suatu perusahaan atau organisasi terjadi ketimpangan, maka dapat menyebabkan masalah diperusahaan tersebut yang berdampak serius. Bagaimana mendapatkan karyawan, jika dalam perusahaan atau organisasi itu sendiripun terdapat masalah internal perusahaan.
SOLUSI :
1. Memperbaiki kesenjangan yang terjadi didalam perusahaan antara atasan dan bawahan.
2. Mencari kesepakatan atau musyawarah diantara pihak yang berselisih demi tercapainya tujuan bersama.
3. Seharusnya pihak atasan perusahaan membuat suatu sistem dengan kesepakatan semua pihak agar tidak terjadi miss communication.
4. Mengevaluasi hasil kinjerja perusahaan dan mencari sebuah jalan keluar yang baik.
5. Pihak manajemen perusahaan mendengarkan aspirasi bawahannya, agar pihak bawahan dapat makmur dan loyalitas terhadap perusahaan.
Referensi :
www.news.liputan6.com
www.sarungpreneur.com
www.ekonomi.metrotvnews.com
www.yuumenulis.wordpress.com
www.khoyunitapublish.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar