BAB
I
Nama
Kelompok :
- Diky
Iskandar (12213456)
- Ghassan
S.C. (13213701)
- M.
Fauzi F.R. (15213925)
- Ramadhan
H. (17213238)
- Hakekat
Mata Kuliah Etika Bisnis
Menurut
Drs. O.P Simorangkir bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas
asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral.
Karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari
tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan - pertanyaan tentang
sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan
- pertanyaan tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai
sistem-sistem ekonomi, struktur bisnis.
- Definisi
Etika dan Bisnis
Menurut
(Sonny Keraf : 14) Etika berasal dari bahasa Yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya
(ta etha) berarti adat istiadat atau kebiasaan. Dalam pengertian ini etika
berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun
pada suatu masyarakat atau kelopmpok masyarakat, ini berarti etika berkaitan
dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan
segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lan, atau
dari generasi ke generasi.
Dapat
dikatakan bahwa etika bisnis adalah merupakan studi yang di khususkan mengenai
moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral
sebagaimana di tereapkan dalam kebijakan institusi dan perilaku bisnis
(Velasquez 2005).
- Etika
Moral, Hukum dan Agama
I.
Etika dan Hukum
Hubungan
etika dan hukum secara umum, kebanyakan orang percaya bahwa sifat mematuhi
hukum adalah juga sifat yang beretika.
Perbedaan
etika dan hukum diuraiakn sebagai berikut :
a. Hukum
pada dasarnya tidak hanya mencakupketentuan yang dirumuskan secara tertulis,
tapi juga nilai-nilai konvensi yang telah menjadi norma di masyarakat.
b. Etika
mencakup lebih banyak ketentuan yang tidak tertulis.
c. Pada
umumnya kebanyakan orang percaya bahwa dengan perilaku yang patuh terhadap
hukum adalah juga merupakan perilaku yang etis.
d. Banyak
sekali standart perilaku yang sudah disepakati oleh masyarakat yang tidak
tercakup dalam hukum, sehingga terdapat bagian etika yang tercakup dalam hukum
dan sebagian juga tidak tercakup.
e. Norma
hukum cepat ketinggalan zaman, hingga bisa menyebabkan celah hukum.
II.
Etika dan Agama
Etika
mendukung keberadaan agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam
menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. Pada dasarnya agama
memberikan ajaran moral untuk menjadi pegangan bagi perilaku para penganutnya.
III.
Etika dan Moral
Etika
lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etiak lebih
sering dikenal sebagai kode etik. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau
keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk atau dengan
kata lain moralitas merupakan pedoman/ standart yang dimiliki oleh individu
atau kelompok mengenai benar atau salah dan baik atau buruk.
- Klasifikasi
Etika
Menurut
buku yang berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H.,
M.M, etika dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Etika
Deskriptif : yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku
manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola
perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang
telah membudaya di masyarakat secara turun - temurun.
2. Etika
Normatif : yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai dengan
norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan
dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang
menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan
kehidupannya.
3. Etika
Deontologi : yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk
berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya
dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau
aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat
kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
4. Etika
Teleologi : adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para
pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya
sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik.
Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari
kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompollan menjadi dua macam yaitu
:
5. Egoisme
: yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin
tidak baik.
6. Utilitarianisme
: adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua pihak baik yang
terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.
7. Etika
Relatifisme : adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung perbedaan
kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika
ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang sesuai dengan
adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain. Dengan
demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.
- Konsepsi
Etika
Konsep
- konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens, 2002): (i) ilmu yang
mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas - azas akhlak (moral) serta
kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan
kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain.
Pentingnya
peranan etika dalam organisasi tidak mungkin lagi dapat dibesar-besarkan. Organisasi tidak mungkin berfungsi secara
bertanggung jawab tanpa memiliki etika ketika menjalankan urusan kesehariannya.
Setiap organisasi, baik publik maupun swasta, seyogianya memiliki dan
menerapkan suatu tatanan perilaku yang dihormati setiap anggotanya dalam
mengelola kegiatan organisasi.
REFERENSI
:
-
Dr. Erni R. Ernawan, SE. MM. Bussines Ethicss. Jakarta.
-
A. Sonny Keraf. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta
-
Wood, Ivonne. Layanan Pelanggan. Jakarta
-
http://muhammadridanto.blogspot.co.id/2015/10/tugas-kelompok-10-etika-bisnis-etika.html
- http://mugiashilvy12.blogspot.co.id/2015/10/etika-bisnis_29.html
- https://cholinsimpelunik.wordpress.com/2014/10/07/task-resume-buku-business-ethics/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar